Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Mahameru!! Sudah, Sudah..

"Lu serius mau ikut, Fik??"
tiga kali sudah temen gw (ketua pendakian) melontarkan pertanyaan itu ke gw. dan 3 kali juga gw jawab serius,, malah lebih dari 3 kali (lebay).
sejujurnya... awalnya gw gak serius,, (maaf ya pak ketua).. gw masih belum tau bisa apa enggak. tapi gw pingin banget naik gunung. enggak tahu kenapa. tapi akhirnya aku iyakan dengan yakin tanpa persetujuan orang tua.. (maksudnya orang tua belum,, ingat yaa,, BELUM,, belum setuju).
daaannn,, akhirnya gw JADI BERANGKAT DENGAN PERSETUJUAN ORANG TUA TERCINTAAA..

mahameru,, sudah sudah...
bukan, aku bukan mau ke puncak semeru a.k.a mahameru waktu itu.. Gw mau ke G. Gede. kalau misalnya kelompok kita terpisah,, teriak saja "MAHAMERU" . dan kelompok kita yang lain jawab "SUDAH SUDAH" kalau dengar teman kelompoknya teriak. biar gak kepisah. pada kenyataanya,, kalau ada yang teriak , "MAHAMERU",, jawabannya jadi "OY".. ahhaaa.. kecapean kali yaaa... gw juga capek banget, kaya…

Biola Tak Berdawai [Lirik]

tadi gw download lagu biola tak berdawai. yang gw heran,, dua halaman pertama dipenuhi dengan BIOLA TAK BERDAWAI nya KANGEN BAND. padahal yang gw mau itu bukan biola tak berdawai nya kangen band. akhirnya gw temukan lagunya. gw download. dan ternyata, pas gw mau cari liriknya, hal sama terjadi. di oom google malah semuanya lirik lagunya kangen band. heuuuu... akhirnya gw tulis aja lirik bagian reff nya di keywordnya. alhasil gw nemu 1. cuma satu doang,, itu juga blog penyanyinya,, ahhahaaa...

oke,, ini liriknya yang sangat dalam,, kalau lagi patah hati, pasti jadi pingin nangis,, [lebay]



Biola Tak Berdawai
Ray Jeffryn


Mengendurlah sudah detak di jantungku
Seribu tanya tak terjawab dimana kau berada

Meredup perlahan alunan nafasku
Selaksa mimpi pun memudar hilang bersamamu

Chorus:
Bagai biola tak berdawai
Sunyi hidup tanpamu
Bisu tak bernada kelu tak bersuara
Hampa hatiku tanpa cintamu

Mainkan dawai cintamu lagi
Hati merindu bernyanyi kembali
Bagai biola tak berdawai sunyi hidup tanpamu
Bisu tak be…

Cahaya Bulan & Gie

kapan lagi bisa dengerin lagu yang maknanya dalem,, liriknya keren,,  (harusnya ini dari dulu di post) haha,, 
lirik cahaya bulan: perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa matahari terbit menghangatkan bumi
aku orang malam yg membicarakan terang
aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi
aku orang malam yg membicarakan terang aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang reff: cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan yg takkan pernah aku tau dimana jawaban itu bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati terangi dengan cinta di gelapku ketakutan melumpukan kuterangi dengan cinta di sesatku dimana jawaban itu
Lirik Gie: Sampaikanlah pada ibuku

Indonesianus : Sajak Megak

kemaren-kemaren gw nganterin temen beli kado. dia mau beli buku buat kadonya. oke, gw suka toko buku, dengan senang hati gw antarkan (sebeenrnya kalaupun gak ke toko buku, gw pasti akan minta ke sana, hehee).
jadilah gw nemplok di rak-rak buku yang ada tulisannya "Sastra". Oh waw *merasakeren*
mata gw langsung tertuju pada sebuah buku dengan cover gelap dengan tulisan putih dan merah. buku karya Gemi Mohawk ini,





langsung gw cari buku yang plastiknya udah terbuka. waw waw waw (lebay). bukunya dibuka dari kanan,, hmmm,, bener-bener seni. gw buka dan baca ,,,
terkadang puisinya cuma terdiri dari satu dua kata, tapi penuh maknaa,, saat itu juga gw pingin beli,, tapiii,,, dompet gw udah tipisss... huaaaaaaaaaaa... btw, besok kan gw ulang tahun,, kira-kira ada yang mau beliin gak? (ahaahhaaaa) 

Salah Masuk Jurusan? NO. BIG NO!!

salah masuk jurusan?? ENGGAK YAA..

jurusan gw itu adalah jurusan yang sangat mengandalkan kepandaian, terutama kepandaian dalam hitungan. hitungan matematika, kimia, fisika, hitungan keuangan,,

TAHU KAH KALIAN??
aku adalah salah satu anak yang sangat-sangat lemah dalam hal hitungan kimia-fisika yang banyak rumusnya,, (gw gak tahan ngapal rumus).
walhasil, nilai-nilai mata kuliah gw yang hitungan itu gak terlalu bagus dan bahkan menjurus ke sengsara. tadinya, gw bener-bener down dan pingin ke paris buat terjun dari puncak menara eiffel. tapi setelah gw jalani (walau tetap pelajaran hitungan kimia-fisika gw jelek) gw jadi terbiasa (terbiasa dapet nilai jelek,, ih amit-amit *bercanda).

dan setelah gw dalami, (buktinya sekarang gw semester 7 di jurusan ini, ahaha),, gw merasa menikmati jurusan gw ini. gw enggak pernah menyesal di jurusan ini.  toh jurusan gw ini sama sekali gak menghambat mimpi gw,,
1. jadi penulis novel kayak donny dhirgantoro, andrea hirata, dan iwan setyawan yang alum…

Agnirastra

Sendu, air mataku habis sudah. Rindu, hatiku hilang sudah. Aku terpaku di jendela, membaur bersama udara bebas. Rinai hujan jatuh selaras dengan kehilanganku, kepergiannya, dan kedatanganmu. Semua orang bisa berubah. Kapan pun. Bahkan langit pun begitu. Aku tak begitu menyukai perubahan. Mungkin langit mengerti perasaanku. Besok akan kuambil senyumku yang hilang. Akan kurampas jika tak diizinkan. Bagaimanapun, akan kuambil. Hariku besok sudah kunanti. Kupejamkan agar dunia berputar cepat. Dan saat aku terbangun, aku akan berada di sebuah tempatku biasa menghabiskan hari. "Agnirastra, ini semua yang kamu perlukan," Sakti meletakkan beberapa lembar kertas entah apa itu di atas meja kerjaku, lalu cepat-cepat menghilang dari pandanganku. Aku sama sekali tak berminat dengan tumpukan kertas berwarna putih bertinta hitam itu. Sama Sekali Tak Menarik! Kutarik laci mejaku, lalu ku ambil kertas kaku dengan banyak pita emas dihias indah sekali di dalam sebuah tabung transparan bertulis…

Ma Yan

Hari ini gw ke toko buku. Cuma niat liat-liat doang. Sama sekali gak niat beli. Emak gw udah males aja diajak ke toko buku. Emak gw langsung melengos ke bagian buku masak memasak. Gw kasak-kusuk liat-liat buku kayak udah mau maling aja. Akhirnya mata gw terfokus pada satu objek. YAHH.. itu ,, itu KOMIK 5 CM. huaaaaaaaaaa,,, gw pingin banget beli, walau udah baca novelnya. Tapi gw mikir.. untuk keuangan yg amat sangat mencekat (gak dapet THR) ini, komik 5 cm yang notabene nya udah gw baca novelnya, kayaknya biar adek gw aja deh yang beli [hahahaaa]. Akhirnya kuurungkan niat ini. Trus emak gw ngajak pulang. Eh ternyata emak gw beli buku memasak steak. Gw merasa terkhianati (orang gw yang ngajak kenapa jadi emak gw yang beli). Akhirnya gw ambil buku secara acak di rak best seller dan langsung memohon untuk dibelikan (sejarahnya, kalau novel itu gw gak pernah dibeliin, selalu beli sendiri).

And... Violaa... My first Book From Emak.
Ma Yan



karena gw belum baca, akan gw jabarkan menurut pen…

daydream

Pada anak tangga terakhir itu,
manusianya terduduk,
kepalanya tertunduk,
tangannya menopang pikiran-pikiran semu dengan mata tertuju.
Nanar matanya semu bersama udara,
semu bersama pikiran-pikirannya,
semu bersama helaian rambutnya yang dicium angin.
Garis wajahnya penuh kisah
Alis matanya tegas membelah angin bebas.
Manusianya terduduk,
di situ,
di anak tangga terakhir itu,
terpaku,
menatap sesuatu yang semu,
di depannya.


-Inspired by: one of my friend - dia sedang melamun di tangga waktu itu-

tuk tuk tuk

Dunia terus berpacu. Aku pun tak mau terkalahkan. Jangan pernah terkalahkan. Jari-jariku sedang menari-nari diatas puluhan huruf tersebar tak beraturan. Tanganku sedang berpacu dengan waktu membentuk rantai-rantai kata membentuk makna. Pikiranku merasuk jauh bersama rangkaian kata.
Tuk..tuk..tuk.. tak terhitung. Menghasilkan sebuah nada yang membuatku enggan berhenti. Di dalam hati yang suka cita. Namun terkadang, di saat kejenuhan itu datang, hilang sudah semuanya. Nada, rangkaian kata, dan bahkan makna. Di saat tak ada lagi itu semua, aku tersadar tak tahu bagaimana aku harus berbagi. Berbagi makna kehidupan ini. Aku tak tahu lagi bagaimana jari-jariku bisa menari. Dan tak tahu lagi cara berbagi makna kehidupan ini. Tuk.. tuk.. tuk.. tuk.. kini kembali lagi
-Inspired by: myself - saat sedang membuat laporan praktek lapang-

Claudine

Entah apa yang terjadi. Aku sungguh-sungguh terhanyut. Mendengar alunan melodik penuh romansa, membawaku terbang jauh ke dunia yang benar-benar berbeda. Semuanya terlupa. Semuanya hilang dalam sekejap mata.
Entah apa yang terjadi. Aku seperti tersihir alunan melodik penuh romansa. Mengubah nada di setiap detak jantungku. Jadi bernada, lebih berirama. Membuat setiap dentuman waktu tak bermakna. Membuat lupa segalanya. Entah apa kau sebenarnya.  Melayang terbang mengajakku menari berdansa. Masuk ke dalam ruang tak bernama. Penuh cahaya temaram, penuh rasa. Seperti dunia baru yang telah lama hilang. Claudine, lama-lama kau buat aku pening. Dan membawaku ke ruang gelap tak bersudut tak bersisi. Sendiri. Lebih jauh dari itu. Dan di saat aku tersadar, aku benar-benar sendiri. Tapi itu tak akan cukup membuatku patah hati. Claudine, ternyata aku lebih cerdas darimu. Kini tak ada lagi yang membuatku terlena karena alunan merdu melodimu. Tak ada lagi dunia yang benar-benar berbeda. Hanya ada …

Dia dan Ia

Dia tak selalu ada disini, di pikiranku, dia tidak selalu ada. Bahkan aku ingin berkata padanya,
 "Hai, sudah lama tak berjumpa? Apa kabarmu?" 
Dia tidak selalu ada, tapi di setiap kesempatannya ada, dia selalu membawaku ke satu hari yang telah lampau. Hari pertama kali aku memperhatikannya. Hari dimana dia tertidur pulas di kereta express itu. Tertidur tepat di depanku. Dengan wajah teduh tertunduk. Mata lelah terkatup, senyuman manis masih bersisa di wajahnya.

Tapi mengapa bukan dia? Bukan dia yang aku harapkan? Padahal senyumku selalu terkembang saat dia ada. Mengapa dia tidak selalu ada di sini? Di pikiranku? Mengapa?
Tapi di saat dia ada? Dia terasa ada selamanya di sini, di pikiranku. Esoknya, hilang lagi. Hilang lagi. Dan bukan lagi dia yang ada disini, tapi Ia. Ia yang selalu ada di sini. di pikiranku.
Tapi, Ia selalu membuat air mataku beranak pinak, kadang juga tawaku terkembang, atau bahkan terbang. Tetapi Ia selalu ada. Ia ada di sini. Di pikiranku.
Dia tidak sela…

Train Train

di atas sebuah kereta api listrik jurusan jakarta kota - bogor. sekitar jam 3 waktu jakarta-bogor.

1 .kondisi pertama
kereta melaju kencang menuju bogor. saat itu kereta sudah sampai cilebut. seorang anak perempuan berdiri berdesakan. dan agak kebingungan.
anak perempuan: pak pak, saya mau tanya.
petugas : oh iya ada apa?
anak perempuan : stasiun kota masih lama ya pak?
petugas: loh , salah arah dek, emang adek mau kemana?
anak perempuan: ke bogor sih pak,
petugas: nyari-nyari golok di bawah kursi kereta.



2. Kondisi kedua
kereta melaju kencang menuju bogor. saat itu kereta baru meluncur dari cilebut. seorang anak perempuan berdiri berdesakan. dan agak kebingungan.

anak perempuan: pak pak, saya mau tanya.
petugas : oh iya ada apa?
anak perempuan : Cilebut masih lama ya pak?
petugas: Loh, baru aja kelewat dek, emang adek mau kemana?
anak perempuan: ke bogor sih pak,
petugas: nyari pintu buat lompat keluar.

3. Kondisi ketiga
kereta sudah mau sampe bogor.
anak perempuan: haduh capek bang…

Integration Mode Connection

Hmm,, I don't really sure about the title, "Integration Mode Connection" [I'm Forget, hehee]. But i hope I am right. Well,, I just saw 'Catatan Si Moda', a TV Program. It's tell us about "Integration Mode Connection" [I hope I didn't make any mistake, haha].
So, for the example, Yogyakarta is a good city in "Integration Mode Connection".
What is Integration Mode Connection?
hmmm,, may be i am wrong, but this is what I got:
Integration Mode Connection is how the passenger get easier way  to go some places with any transportation. Easy. Easy to get a transportation, Effective, Efficient, and Cheap.
Yes,, You can see that in Yogyakarta. There's no Traffic. I love that.
From Adisutjipto Airport, you can go to Solo, Kutoarjo, or another satellite city around Yogyakarta by Train. Maguwo Station. Only in Yogyakarta, Airport and Train Station located in one area [Please tell me if I am wrong]. Beside that, we can use Trans Jogja arou…