Langsung ke konten utama

lomography

once upon a day,,, ciyeee....
suatu hari pada jam dan tanggal yang terlupakan, gw memmbaca majalah berbahasa inggris. lu tau gak??? itu tandanya gw baca 2 buku sekaligus. yg atu lagi kamus,,, ckck.. nah... artikelnya ttg lomography. hmmm... setelah gw artiin, ternyata menarik juga nih artikel. akhirnya gw search deh di mbah google ttg lomography... daaannn... gw mulai mengerti sedikit demi sedikit ttg lomography. lomography itu adalah seni dalam dunia perfotoan (perfotoan??? kata2nya kok kyk aneh? ada kata2 lain gak buat mengganti perfotoan?)sampe mana tadi? oh iya,, seni perfotoan menggunakan kamera lomo. lomo itu kependekan dari Leningradskoye Optiko Mechanichesckoye Obyedinenie. buset!!! susah bener ya nyebutnya.. lomo itu adalah kamera dari Rusia. nama lomo diambil dari nama sebuah pabrik alat2 optik.lomo itu dianggap kamera gagal karena gambar yang diambil itu gak bagus,,, tapi,,, gambar yang DIANGGAP gagal itu sebenernya unik banget. nyatanya sekarang byk bgt komunitas lomo. gak butuh keahlian khusus untuk mangambil gambar melalui kamera lomo ini. DONT THINK, JUST SHOOT!!!! dijamin gambar yang lo jepret hasilnya tak terduga. kamera lomo juga bermacam-macam jenisnya. ada diana, holga, fisheye, frogeye, action sampler, dll. (dengan hasil jepretan yang berbeda-beda pula)
untuk lebih jelasnya,,, silahkan search aja di mbah google,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukti Praktek Lapang

cerita dari orang ketiga

Aku hanya bisa mengalah. Yak! Mengalah. Mengalah pada diri sendiri. Mengalah pada perasaan sepi. Aku tidak tahu ini salah siapa. Ini juga bukan kemauan dariku. Bukan, bukan kemauanku, bukan juga dirinya, apalagi kemauan perempuan itu. Ya, aku mengalah untuk tidak marah. Aku mengalah untuk tidak mengeluh. Aku mengalah supaya semuanya tetap bertahan seperti ini. Kamu salah! Seharusnya tidak begini. Tinggalkan saja dia! Selalu kalimat itu yang keluar dari bibir teman-temanku. Mereka sama sekali tidak mengerti perasaanku. Tidak mereka, dia, bahkan perempuan itu. Sulit untuk dimengerti bahkan olehku sendiri. Dia, aku sudah lama mengenalnya. Sejak 10 tahun lalu. Awalnya, dia seperti adikku sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, dia semakin dewasa melebihiku. Dan aku semakin jatuh hati padanya. Dia mengetahui semuanya. Dia tahu! Semua berjalan begitu saja. Tanpa ingkar, tanpa janji. Dia bisa saja selalu ada di dekatku. Dan dia juga bisa saja di s...

Bintan Island,, Tanjung Pinang

Kata ayah,, Medan adalah tempatku Lahir Yogyakarta adalah tempat segalanya bermula Bogor tempatku menuntut ilmu Tanjung Pinang tempat ayahku memeras keringat,, hmmm,, rindu pingin kesana lagi,, di pulau Bintan yang sangat menentramkan.. tempat ku bisa melupakan semua masalah 'sejenak'. LAGOII,, pantai pasir putih dengan air yang biruuuuuuuuu,, huaaaaaaaa... menyenangkan sekaliii.. jadi bisa menikmati suara ombak tanpa 'Banyak Orang'. hhehhe.. atau waktu aku datang itu bukan pas liburan ya? "ahh,, terserah deh". Pantau Lagoii, Bintan Island selain ituu,, di Tanjung Pinangnya,, kota yang paling berbeda yang pernah aku datangi,, hihii,, kotanya sepi, di pinggir lautt,, kalau malam banyak yang jual jagung bakar di pinggir laut,, nah di situ baru ramai.. ada melayu squarenya juga.. bisa nemuin makanan khas sana loh.. Kota Tanjung Pinang (keren kan di pinggir lauutt,, :)) yang paling kerenn,, (mungkin bagi orang lain biasa saja,, hehe) waktu nyebrang dari pulau Ba...