Langsung ke konten utama

Masa kecil ayahku yang menginspirasi

Setiap kali minta dibelikan tas baru atau sepatu baru, mama selalu bilang minta ke ayah dan ayah selalu nyeritain masa kecilnya yang merana ckckck. Ceritanya itu-itu aja, tapi diceritakan dengan sangat lucu dan lebay,, hahaha… (anaknya juga lebay) jadi gak bosen. Dibalik cerita lucunya itu, sebenarnya gw sebagai anaknya seharusnya bisa merenung dan gak Cuma bisa menuntut. Tapi gw malah ketawa-ketawa mengiringi cerita ayah. Lama2 ayah murka. Gini katanya “ Kamu itu diceritain malah ketawa-ketawa. Kamu itu seharusnya sadar kalau ini lagi dinasehati. Gak sopan sama orang tua!” Ampuuun!!!! Huftt… kadang-kadang saya merasa bersyukur. Tapi keseringan enggak (ya Allah! Ampuni hambamu yang gak tau diri ini!!! Hambamu ini masih punya banyak kesalahan. Semoga jadi orang yang lebih baik… lho??? Kok malah berdoa?). Ayah itu dilahirkan tanggal 14 Februari 1961 (kata org2 mah ini hari Valentine.. tapi kata gw ini hari Ulang tahun ayah yang sama sekali gak mau tau soal valentine). Ayah dilahirkan di Bantul, Yogyakarta. Kakek nenek ku adalah petani. Ayahku anak ke-6 dari 7 bersaudara. Katanya kalau makan itu lauknya Cuma 1 tapi dibagi jadi 7 bagian. Trus kalo pake sepatu itu sengaja pilih ukuran yg besar bgt. Waktu itu ukurannya dilebihin sampe 5 nomor. Katanya biar awet. Tapi kan pertumbuhan kaki gak secepat itu juga,, haha… ayah baru sadar pas SMA, sepatu yg dibeli waktu SD itu masih kebesaran juga. Hoho… trus sepatu itu juga dipake buat gantian ma sodara-sodaranya. Kalo masalah tas,,, terbuat dari karung katanya.. waktu gw ke Jogja, gw naik kendaraan sekeluarga. Ayah bilang gini “ dulu kalo pergi dari sini sampe ke parang tritis itu naek sepeda ontel lho”. Jarak yang ditunjukkan ayah itu jauh banget tau nggak???? Trus katanya dulu itu Cuma punya 1 buku, gak ada lampu. Dan yang paling penting gak dikasih uang jajan. Ya ampun… padahal gw suka ngedumel kalo gak dikasih uang. ( ya Allah!!!! Sekali lagi ampuni hambamu ini. Tapi semoga semua dosa gw diampuni.TERUTAMA DOSA GW KE MAMA yang udah numpuk.). yang paling kerasa itu waktu gw SMA kelas 3 menjelang UAN. Gw jadi manusia yang taat beribadah secara mendadak. Rajin sholat tahajud, baik sama semua orang (kalo ini sih dari dulu gw,, hehehe). Ketinggalan acara2 TV,, gak makan makanan bodoh, pokonya wajah gw kayak bersinar-sinar gitu sebelum UAN.. (setelah UAN redup lagi.. enggak deh,,, akan gw pertahankan ketaatan gw!!! Semangat!). Dan waktu gw UAN, ayah dipindah tugaskan ke Tanjung Pinang. Bener2 kayak gak ada yg nyokong gw untuk belajar. Tapi semangat 100% tetep ada dari MAMA tercinta… maksudnya ada yang hilang. Nggak lengkap gitu semangatnya. Tapi karena semangat dari MAMAH juga ayah…. Gw bisa lulus…. Alhamdulillah… SEMANGAT SUSAH PAYAH AYAH MASIH SANGAT MEMOTIVASI HIDUP SAYA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukti Praktek Lapang

cerita dari orang ketiga

Aku hanya bisa mengalah. Yak! Mengalah. Mengalah pada diri sendiri. Mengalah pada perasaan sepi. Aku tidak tahu ini salah siapa. Ini juga bukan kemauan dariku. Bukan, bukan kemauanku, bukan juga dirinya, apalagi kemauan perempuan itu. Ya, aku mengalah untuk tidak marah. Aku mengalah untuk tidak mengeluh. Aku mengalah supaya semuanya tetap bertahan seperti ini. Kamu salah! Seharusnya tidak begini. Tinggalkan saja dia! Selalu kalimat itu yang keluar dari bibir teman-temanku. Mereka sama sekali tidak mengerti perasaanku. Tidak mereka, dia, bahkan perempuan itu. Sulit untuk dimengerti bahkan olehku sendiri. Dia, aku sudah lama mengenalnya. Sejak 10 tahun lalu. Awalnya, dia seperti adikku sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, dia semakin dewasa melebihiku. Dan aku semakin jatuh hati padanya. Dia mengetahui semuanya. Dia tahu! Semua berjalan begitu saja. Tanpa ingkar, tanpa janji. Dia bisa saja selalu ada di dekatku. Dan dia juga bisa saja di s...

Bintan Island,, Tanjung Pinang

Kata ayah,, Medan adalah tempatku Lahir Yogyakarta adalah tempat segalanya bermula Bogor tempatku menuntut ilmu Tanjung Pinang tempat ayahku memeras keringat,, hmmm,, rindu pingin kesana lagi,, di pulau Bintan yang sangat menentramkan.. tempat ku bisa melupakan semua masalah 'sejenak'. LAGOII,, pantai pasir putih dengan air yang biruuuuuuuuu,, huaaaaaaaa... menyenangkan sekaliii.. jadi bisa menikmati suara ombak tanpa 'Banyak Orang'. hhehhe.. atau waktu aku datang itu bukan pas liburan ya? "ahh,, terserah deh". Pantau Lagoii, Bintan Island selain ituu,, di Tanjung Pinangnya,, kota yang paling berbeda yang pernah aku datangi,, hihii,, kotanya sepi, di pinggir lautt,, kalau malam banyak yang jual jagung bakar di pinggir laut,, nah di situ baru ramai.. ada melayu squarenya juga.. bisa nemuin makanan khas sana loh.. Kota Tanjung Pinang (keren kan di pinggir lauutt,, :)) yang paling kerenn,, (mungkin bagi orang lain biasa saja,, hehe) waktu nyebrang dari pulau Ba...