Langsung ke konten utama

refrain

I look out and
I see the rain
As it falls on
my window pane
And the music
that's in my heart
Is a
sad refrain

Endless traffic of
sounds and sights
Midst the glitter
of neon lights
Still the music
that's in my heart
Is the same
sad refrain

Mem'ries of you follow
everywhere I go
Down the high and
bi-ways of my days
Music of your laughter
fills my every dream
Like a love song
from long ago
Never ending streams
of faces come and go
Million diff'rent
people all around
No use searching for
I'll never find you
There for you are
far beyond compare

Take a jet
to a hide-away
From the hum-drum
of everyday
Still the music
that's in my heart
Is a
sad refrain

Fluctuations in
the market scene
Fill my Dow-Jones
with every beam
And the music
that's in my heart
Is the same
sad refrain

Mem'ries of you follow
everywhere I go
Down the high and
bi-ways of my days
Music of your laughter
fills my every dream
Like a love song
from long ago
Never ending streams
of faces come and go
Million diff'rent
people all around
No use searching for
I'll never find you
There for you are
far beyond compare

La ra ra ra ra
ra ra ra ra
No use searching
for I'll never
No use searching for
I'll never find you
There for you are
far beyond compare

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukti Praktek Lapang

cerita dari orang ketiga

Aku hanya bisa mengalah. Yak! Mengalah. Mengalah pada diri sendiri. Mengalah pada perasaan sepi. Aku tidak tahu ini salah siapa. Ini juga bukan kemauan dariku. Bukan, bukan kemauanku, bukan juga dirinya, apalagi kemauan perempuan itu. Ya, aku mengalah untuk tidak marah. Aku mengalah untuk tidak mengeluh. Aku mengalah supaya semuanya tetap bertahan seperti ini. Kamu salah! Seharusnya tidak begini. Tinggalkan saja dia! Selalu kalimat itu yang keluar dari bibir teman-temanku. Mereka sama sekali tidak mengerti perasaanku. Tidak mereka, dia, bahkan perempuan itu. Sulit untuk dimengerti bahkan olehku sendiri. Dia, aku sudah lama mengenalnya. Sejak 10 tahun lalu. Awalnya, dia seperti adikku sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, dia semakin dewasa melebihiku. Dan aku semakin jatuh hati padanya. Dia mengetahui semuanya. Dia tahu! Semua berjalan begitu saja. Tanpa ingkar, tanpa janji. Dia bisa saja selalu ada di dekatku. Dan dia juga bisa saja di s...

Bintan Island,, Tanjung Pinang

Kata ayah,, Medan adalah tempatku Lahir Yogyakarta adalah tempat segalanya bermula Bogor tempatku menuntut ilmu Tanjung Pinang tempat ayahku memeras keringat,, hmmm,, rindu pingin kesana lagi,, di pulau Bintan yang sangat menentramkan.. tempat ku bisa melupakan semua masalah 'sejenak'. LAGOII,, pantai pasir putih dengan air yang biruuuuuuuuu,, huaaaaaaaa... menyenangkan sekaliii.. jadi bisa menikmati suara ombak tanpa 'Banyak Orang'. hhehhe.. atau waktu aku datang itu bukan pas liburan ya? "ahh,, terserah deh". Pantau Lagoii, Bintan Island selain ituu,, di Tanjung Pinangnya,, kota yang paling berbeda yang pernah aku datangi,, hihii,, kotanya sepi, di pinggir lautt,, kalau malam banyak yang jual jagung bakar di pinggir laut,, nah di situ baru ramai.. ada melayu squarenya juga.. bisa nemuin makanan khas sana loh.. Kota Tanjung Pinang (keren kan di pinggir lauutt,, :)) yang paling kerenn,, (mungkin bagi orang lain biasa saja,, hehe) waktu nyebrang dari pulau Ba...