Langsung ke konten utama

FALLING IN LOVE AT A COFFEE SHOP








kalau dengar lagu landon pigg, aku selalu kangen medan. pertama kali denger lagu ini memang di medan. di radio,, hahaha... jadul amat ya? waktu itu aku denger lagu ini pas mau tidur, trus terhanyut sampai ke laut,,, dan aku gak bisa berenang,, ih apaan sih? hhaaa.. lanjuuuuttt bukk,, truss pas besok paginya bangun, radio masih dalam keadaan hidup. dan aku biarkan hidup.. trus lagu itu di puter lagi,,, trusss kok enak bgt ya lagunya? aku gak tau siapa penyanyinya dan apa judulnya. aku sampai tanya2 ke temenku dan gak ada yang mengerti lagu apa yang ku maksud. setelah itu di puter lagi dan di sebut judulnya doang. ughhhh... akhirnya aku tau identitas lagu itu hanya dari judul "falling love at a coffee shop"... hmmm aku suka bgt kopii,, ahahhaa, dan kalo ngomongin coffee shop, yang ada dipikiranku itu coffee shop di kota paris nan romantis.. berarti lagu itu emang romantis.... baru deh aku search di internet dengan judul itu, dan tau lah aku kalo penyanyinya bernama LANDON PIGG.. with 2 G,, not a G,,, ahhaaa

ehm,, itu lagu 2 tahun lalu denga perjuanganku mencari identitas lagunya (lebay).. tapi sampai sekarang tetap ada di list lagu terfavoritku..... love landon pigg's song!!!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukti Praktek Lapang

cerita dari orang ketiga

Aku hanya bisa mengalah. Yak! Mengalah. Mengalah pada diri sendiri. Mengalah pada perasaan sepi. Aku tidak tahu ini salah siapa. Ini juga bukan kemauan dariku. Bukan, bukan kemauanku, bukan juga dirinya, apalagi kemauan perempuan itu. Ya, aku mengalah untuk tidak marah. Aku mengalah untuk tidak mengeluh. Aku mengalah supaya semuanya tetap bertahan seperti ini. Kamu salah! Seharusnya tidak begini. Tinggalkan saja dia! Selalu kalimat itu yang keluar dari bibir teman-temanku. Mereka sama sekali tidak mengerti perasaanku. Tidak mereka, dia, bahkan perempuan itu. Sulit untuk dimengerti bahkan olehku sendiri. Dia, aku sudah lama mengenalnya. Sejak 10 tahun lalu. Awalnya, dia seperti adikku sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, dia semakin dewasa melebihiku. Dan aku semakin jatuh hati padanya. Dia mengetahui semuanya. Dia tahu! Semua berjalan begitu saja. Tanpa ingkar, tanpa janji. Dia bisa saja selalu ada di dekatku. Dan dia juga bisa saja di s...

Bintan Island,, Tanjung Pinang

Kata ayah,, Medan adalah tempatku Lahir Yogyakarta adalah tempat segalanya bermula Bogor tempatku menuntut ilmu Tanjung Pinang tempat ayahku memeras keringat,, hmmm,, rindu pingin kesana lagi,, di pulau Bintan yang sangat menentramkan.. tempat ku bisa melupakan semua masalah 'sejenak'. LAGOII,, pantai pasir putih dengan air yang biruuuuuuuuu,, huaaaaaaaa... menyenangkan sekaliii.. jadi bisa menikmati suara ombak tanpa 'Banyak Orang'. hhehhe.. atau waktu aku datang itu bukan pas liburan ya? "ahh,, terserah deh". Pantau Lagoii, Bintan Island selain ituu,, di Tanjung Pinangnya,, kota yang paling berbeda yang pernah aku datangi,, hihii,, kotanya sepi, di pinggir lautt,, kalau malam banyak yang jual jagung bakar di pinggir laut,, nah di situ baru ramai.. ada melayu squarenya juga.. bisa nemuin makanan khas sana loh.. Kota Tanjung Pinang (keren kan di pinggir lauutt,, :)) yang paling kerenn,, (mungkin bagi orang lain biasa saja,, hehe) waktu nyebrang dari pulau Ba...