Langsung ke konten utama

Refresh OTAK

seperti biasa, kalau pergi bareng yuli, selalu hal-hal gila yang menjurus ke bodoh yang terjadi.
dan seperti biasa juga, kalau janjian sama yuli pasti penuh dengan dusta. mungkin dengan membaca segelintir sms kita berdua kalian bisa mengerti,,

sms gw: yuliii,,, kamu dimanaa??? aku udah di pasir kuda... (padahal gw baru mau keluar pager rumah gw)

yuli balas : gw udah di angkot 03 fik ( gw percaya dia juga baru mau keluar dari rumah)

beberapa menit waktu gw bener2 udah sampe di pasir kuda, gw sms yuli: yuliii,, aku udah di empang,,, kamu dimana???

yuli balas sms: aku baru melewati empang..

tak lama kemudian yuli sms: FIKAAA,,, macetttt....

sejurus kemudian, gw langsung balas: SAMAAAAAAAAAAAAAAAAA,, jangan2 angkot kita sebelahan????

baru aja gw klik send ,, tiba2,,, FIKAAAAAAAAAAAAAAAAAAA,,,,

suara yang tak asing manggil gw dari luar jendela angkot,,,,

ternyata beneran si yuli ada di angkot sebelah gw,,,,

sebenernya gw gak tau lucunya dimana, tapi yang jelas pas gw tau yuli di sebelah gw dan teriak girang ke gw,, gw jadi ketawa2 sendiri di angkot,,, orang-orang di angkot semua ngeliatin gw,, serasa ingin terpental dari angkot,,,,

gw langsung pura2 baca sms sambil ketawa2,,,,,

trus gw sms ke yuli: sumpay yaaa,,, gw ketawa2 sendiri di angkot,,, gimana solusinya???

yuli balas,,,: samaaa,,, *era gw. kenapa mesti ada solusinya?? gak mungkin juga gw turun,,,
*malu

itu hal gila pertama...
trus udah sampai tempat tujuan,, kita nggak ngapa2in,, cuma duduk cerita, dan ketawa2 gak jelas,,, hmmmmm

tapi lucu juga kalo mentertawakan diri sendiri dari pada di tertawai... atau kita tertawa bersama aja???

*zzzzzzz garing,,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukti Praktek Lapang

cerita dari orang ketiga

Aku hanya bisa mengalah. Yak! Mengalah. Mengalah pada diri sendiri. Mengalah pada perasaan sepi. Aku tidak tahu ini salah siapa. Ini juga bukan kemauan dariku. Bukan, bukan kemauanku, bukan juga dirinya, apalagi kemauan perempuan itu. Ya, aku mengalah untuk tidak marah. Aku mengalah untuk tidak mengeluh. Aku mengalah supaya semuanya tetap bertahan seperti ini. Kamu salah! Seharusnya tidak begini. Tinggalkan saja dia! Selalu kalimat itu yang keluar dari bibir teman-temanku. Mereka sama sekali tidak mengerti perasaanku. Tidak mereka, dia, bahkan perempuan itu. Sulit untuk dimengerti bahkan olehku sendiri. Dia, aku sudah lama mengenalnya. Sejak 10 tahun lalu. Awalnya, dia seperti adikku sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, dia semakin dewasa melebihiku. Dan aku semakin jatuh hati padanya. Dia mengetahui semuanya. Dia tahu! Semua berjalan begitu saja. Tanpa ingkar, tanpa janji. Dia bisa saja selalu ada di dekatku. Dan dia juga bisa saja di s...

Bintan Island,, Tanjung Pinang

Kata ayah,, Medan adalah tempatku Lahir Yogyakarta adalah tempat segalanya bermula Bogor tempatku menuntut ilmu Tanjung Pinang tempat ayahku memeras keringat,, hmmm,, rindu pingin kesana lagi,, di pulau Bintan yang sangat menentramkan.. tempat ku bisa melupakan semua masalah 'sejenak'. LAGOII,, pantai pasir putih dengan air yang biruuuuuuuuu,, huaaaaaaaa... menyenangkan sekaliii.. jadi bisa menikmati suara ombak tanpa 'Banyak Orang'. hhehhe.. atau waktu aku datang itu bukan pas liburan ya? "ahh,, terserah deh". Pantau Lagoii, Bintan Island selain ituu,, di Tanjung Pinangnya,, kota yang paling berbeda yang pernah aku datangi,, hihii,, kotanya sepi, di pinggir lautt,, kalau malam banyak yang jual jagung bakar di pinggir laut,, nah di situ baru ramai.. ada melayu squarenya juga.. bisa nemuin makanan khas sana loh.. Kota Tanjung Pinang (keren kan di pinggir lauutt,, :)) yang paling kerenn,, (mungkin bagi orang lain biasa saja,, hehe) waktu nyebrang dari pulau Ba...