Langsung ke konten utama

I will never tell

tak pernah menyangka akan bernasib sama seperti bunga ini,
hanya bisa diam
tak pernah terbayang akan sejauh ini mengikuti kisahnya,
tak pernah disangka bisa larut dalam deru ombaknya
dan tetap hanya bisa diam
tak pernah tahu sebelumnya akan ada sedikit harapan
tak pernah tahu sebelumnya akan ada air mata
tak pernah tahu sebelumnya akan ada tawa
tak pernah tahu sebelumnya akan ada senyuman
tak pernah tahu sebelumnya akan ada keputusasaan
tak pernah tahu sebelumnya jika harus bangkit untuk yang terbaik
tak pernah tahu akan ada kisah seperti ini
daisy,
i will never tell,,

Komentar

  1. wah2... sebenarnya gw malas komen klo ada captcha nya, non aktifkan dulu lah.... untung gw lagi dalam mood yg baik...

    gw senang akhirnya blog lw di update juga... hahaha... lagi2 rangkaian kata2 syarat makna sayang gw tidak mengerti.. haha... ok, keep posting gan!

    BalasHapus
  2. ngaak..ngaakk.. ngaakkk...

    captcha nya gw matiin dahh

    BalasHapus

Posting Komentar

hey hey.... mari ramaikan duniakuu

Postingan populer dari blog ini

Bukti Praktek Lapang

cerita dari orang ketiga

Aku hanya bisa mengalah. Yak! Mengalah. Mengalah pada diri sendiri. Mengalah pada perasaan sepi. Aku tidak tahu ini salah siapa. Ini juga bukan kemauan dariku. Bukan, bukan kemauanku, bukan juga dirinya, apalagi kemauan perempuan itu. Ya, aku mengalah untuk tidak marah. Aku mengalah untuk tidak mengeluh. Aku mengalah supaya semuanya tetap bertahan seperti ini. Kamu salah! Seharusnya tidak begini. Tinggalkan saja dia! Selalu kalimat itu yang keluar dari bibir teman-temanku. Mereka sama sekali tidak mengerti perasaanku. Tidak mereka, dia, bahkan perempuan itu. Sulit untuk dimengerti bahkan olehku sendiri. Dia, aku sudah lama mengenalnya. Sejak 10 tahun lalu. Awalnya, dia seperti adikku sendiri. Seiring dengan bertambahnya usia, dia semakin dewasa melebihiku. Dan aku semakin jatuh hati padanya. Dia mengetahui semuanya. Dia tahu! Semua berjalan begitu saja. Tanpa ingkar, tanpa janji. Dia bisa saja selalu ada di dekatku. Dan dia juga bisa saja di s...

Bintan Island,, Tanjung Pinang

Kata ayah,, Medan adalah tempatku Lahir Yogyakarta adalah tempat segalanya bermula Bogor tempatku menuntut ilmu Tanjung Pinang tempat ayahku memeras keringat,, hmmm,, rindu pingin kesana lagi,, di pulau Bintan yang sangat menentramkan.. tempat ku bisa melupakan semua masalah 'sejenak'. LAGOII,, pantai pasir putih dengan air yang biruuuuuuuuu,, huaaaaaaaa... menyenangkan sekaliii.. jadi bisa menikmati suara ombak tanpa 'Banyak Orang'. hhehhe.. atau waktu aku datang itu bukan pas liburan ya? "ahh,, terserah deh". Pantau Lagoii, Bintan Island selain ituu,, di Tanjung Pinangnya,, kota yang paling berbeda yang pernah aku datangi,, hihii,, kotanya sepi, di pinggir lautt,, kalau malam banyak yang jual jagung bakar di pinggir laut,, nah di situ baru ramai.. ada melayu squarenya juga.. bisa nemuin makanan khas sana loh.. Kota Tanjung Pinang (keren kan di pinggir lauutt,, :)) yang paling kerenn,, (mungkin bagi orang lain biasa saja,, hehe) waktu nyebrang dari pulau Ba...